Studi menunjukkan mobil listrik tidak berbahaya bagi orang dengan alat pacu jantung
Lain2

Studi menunjukkan mobil listrik tidak berbahaya bagi orang dengan alat pacu jantung


Kredit: CC0

Tim peneliti internasional telah melakukan tes untuk menentukan apakah gelombang elektromagnetik dari kendaraan listrik atau stasiun pengisian daya dapat menyebabkan masalah bagi orang yang memiliki perangkat elektronik implan jantung (CIED). Dalam makalah mereka yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine, kelompok menjelaskan studi dan hasil mereka.

Saat mobil listrik dan truk menjadi lebih populer, lebih banyak penelitian dilakukan untuk lebih memahami dampaknya terhadap pengguna. Dalam upaya baru ini, para peneliti bertanya-tanya apakah gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh kendaraan bertenaga listrik daripada bensin dapat membahayakan orang-orang tertentu — yaitu, mereka yang memiliki alat pacu jantung atau defibrilator kardioverter yang ditanamkan di dada mereka. Keduanya menggunakan sinyal listrik, satu untuk memantau jantung, yang lain untuk menyentak jantung jika berhenti berdetak.

Untuk mengetahuinya, para peneliti melakukan tes dua cabang. Yang pertama melibatkan 108 subjek dengan CIED yang duduk di dalam kendaraan listrik dan yang mendekati stasiun pengisian daya saat kendaraan sedang diisi ulang. CIED menyimpan catatan aktivitas mereka, yang digunakan dokter untuk memantau kesehatan pasien dan membuat penyesuaian pada perangkat jika diperlukan. Dalam kasus ini, para dokter mempelajari data dari CIED selama para sukarelawan diuji. Para peneliti juga menggunakan berbagai jenis mobil listrik (Nissan Leaf, BMW i3, Volkswagen e-up dan Tesla Model 85S). Dalam mempelajari hasil analisis dokter, para peneliti melaporkan tidak ada kelainan, yang menunjukkan bahwa pasien tidak terkena dampak kendaraan listrik.

Pada bagian kedua tes, para peneliti mengukur paparan radiasi elektromagnetik selama penggunaan kendaraan listrik. Mereka melaporkan bahwa seperti yang diharapkan, kekuatan gelombang elektromagnetik terkuat saat berdiri di samping kabel yang mengisi daya mobil. Mereka melaporkan bahwa level di dalam mobil jauh lebih rendah, kemungkinan karena pelindung yang dipasang oleh pabrikan. Mereka juga mencatat bahwa tidak ada perbedaan level yang dapat diukur antara duduk di kursi depan atau belakang.

Para peneliti menyarankan bahwa mengemudi atau mengendarai kendaraan listrik harus aman bagi orang dengan CIED, namun perhatikan bahwa penelitian mereka kecil dan bahwa baik mobil maupun teknologi CIED berubah seiring waktu, jadi berhati-hatilah.


Motor hidup, pasien jantung: Mobil listrik tidak merusak implan jantung


Informasi lebih lanjut:
Carsten Lennerz dkk. Mobil Listrik dan Interferensi Elektromagnetik Dengan Perangkat Elektronik Implan Jantung: Evaluasi Cross-sectional, Annals of Internal Medicine (2018). DOI: 10.7326 / M17-2930

Abstrak
Latar belakang: Perangkat elektronik implan jantung (CIED) dianggap sebagai perawatan standar untuk bradikardia, takikardia, dan gagal jantung. Gangguan elektromagnetik (EMI) dapat mengganggu fungsi normal perangkat ini dan dapat menyebabkan penghambatan kecepatan, pengiriman kejutan yang tidak tepat, atau pemrograman ulang perangkat. Mobil listrik merupakan sumber potensial EMI. Namun, data tidak cukup untuk menentukan keamanannya atau apakah penggunaannya harus dibatasi pada pasien dengan CIED.
Tujuan: Untuk menilai apakah mobil listrik menyebabkan EMI dan disfungsi CIED berikutnya.
Metode dan Temuan: Kami mendekati 150 pasien berturut-turut dengan CIED yang terlihat di klinik elektrofisiologi kami untuk tindak lanjut rutin antara Mei 2014 dan Januari 2015; 40 pasien menolak untuk berpartisipasi, dan 2 menarik persetujuan. Kriteria pengecualian diduga kerusakan timbal atau masa pakai baterai CIED kurang dari 3 bulan. Setelah kami memperoleh persetujuan, pemrograman CIED dioptimalkan untuk mendeteksi EMI sesuai dengan protokol yang ditetapkan (1). Peserta ditugaskan ke 1 dari 4 mobil listrik dengan pangsa pasar Eropa terbesar. Untuk memastikan operasi listrik saja dan pembangkitan medan elektromagnetik maksimum, kami mengecualikan kendaraan hibrida. Penugasan mobil ditentukan oleh ketersediaan kendaraan saat peserta mengunjungi fasilitas pengujian.

© 2018 Tech Xplore

Kutipan: Studi menunjukkan mobil listrik tidak berbahaya bagi orang dengan alat pacu jantung (2018, 24 April) diakses 27 November 2020 dari https://techxplore.com/news/2018-04-electric-cars-danger-people-pacemakers.html

Dokumen ini memiliki hak cipta. Selain dari transaksi yang adil untuk tujuan studi atau penelitian pribadi, tidak ada bagian yang boleh direproduksi tanpa izin tertulis. Konten disediakan untuk tujuan informasi saja.


Halaman Ini Di Persembahkan Oleh : https://joker123.asia/